Guru Pembelajar Online

Info Guru Terbaru

Senin, 20 Juni 2016

3 Moda Program Guru Pembelajar dan Pengertian serta Penjelasannya

3 Moda Program Guru Pembelajar dan Pengertiannya serta Penjelasannya_Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar dilakukan melalui tiga moda, yaitu Moda Tatap Muka, Moda Daring, dan Moda Daring Kombinasi. Apa pengertian moda tatap muka, moda daring, dan moda daring kombinasi?
3 Moda Program Guru Pembelajar dan Pengertian serta Penjelasannya
3 Moda Program Guru Pembelajar, Foto Ilustrasi via http://www.boalemokab.go.id/

1. Moda Tatap Muka
Moda tatap muka merupakan bagian dari sistem pembelajaran di mana terjadi interaksi secara langsung antara fasilitator dengan peserta pembelajaran. Interaksi pembelajaran yang terjadi dalam tatap muka meliputi pemberian input materi, tanya jawab, diskusi, latihan, kuis, praktik, dan penugasan.

Moda tatap muka diperuntukkan bagi guru yang memerlukan peningkatan kompetensi yang lebih intensif dengan mempelajari 8-10 modul.

Di samping itu, untuk memberikan pilihan penyelenggaraan pembelajaran bagi guru yang tidak punya cukup pilihan karena berbagai keterbatasan sehingga tidak memungkinkan untuk mengikuti pembelajaran moda lainnya, misalnya karena alasan geografis, tidak/kurang tersedianya aliran listrik dan jaringan internet, ketersediaan anggaran, literasi teknologi informasi dan komunikasi, serta alasan lain yang rasional, maka moda tatap muka dapat dilaksanakan dengan beberapa alternatif, yaitu:

a. tatap muka penuh,
b. tatap muka tidak penuh (in-on-in), dan
c. tatap muka dalam kegiatan kolektif guru yaitu
  • PKG (Pusat Kegiatan Gugus) untuk guru PAUD, 
  • KKG (Kelompok Kerja Guru) untuk guru SD, 
  • MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) untuk guru SMP/SMA/SMK, dan 
  • MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling). 
Pemilihan berbagai alternatif moda tatap muka tetap harus mempertimbangkan hasil UKG yang tercermin dari jumlah modul yang perlu dipelajari oleh guru. Penjelasan lebih lanjut pelaksanaan program guru pembelajar moda tatap muka dijelaskan dalam juknis moda tatap muka.

2. Moda Daring
Moda Dalam Jaringan (Daring) adalah program guru pembelajar yang dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi jaringan komputer dan internet.

Moda Daring dapat dilaksanakan dengan mempersiapkan sistem pembelajaran yang secara mandiri memberikan instruksi dan layanan pembelajaran kepada peserta tanpa melibatkan secara langsung para pengampu dalam proses penyelenggaraannya.

Sistem instruksional yang dimaksud meliputi proses registrasi, pelaksanaan pembelajaran, tes akhir, dan penentuan kelulusan peserta serta penerbitan sertifikat.

Dalam hal tertentu, keterlibatan pengampu masih diperlukan, misalnya dalam memeriksa dan menilai tugas-tugas yang belum bisa dilaksanakan oleh sistem, atau untuk membantu peserta apabila mengalami kesulitan yang belum mampu diatasi oleh sistem.

Moda Daring diperuntukkan bagi guru  yang memerlukan peningkatan kompetensi dengan mempelajari 3-5 modul.
Cek juga Modul Dasar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Guru Pembelajar Moda Daring
3. Moda Daring Kombinasi
Moda daring kombinasi adalah moda yang mengkombinasikan antara tatap muka dengan daring. Fasilitator di satu sisi dapat direpresentasikan oleh sistem pembelajaran yang terdiri dari firmware, brainware, dan software; dan peserta di sisi lain melaksanakan instruksi yang diberikan oleh sistem, mulai registrasi, pelaksanaan pembelajaran, sampai dengan evaluasi.

Moda Daring Kombinasi dilaksanakan dengan mempersiapkan sistem pembelajaran yang membutuhkan keterlibatan secara langsung para pengampu dalam proses pembelajaran.

Keterlibatan para mentor dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara:
  • (1) bertemu muka secara langsung dengan peserta; atau 
  • (2) bertemu muka secara virtual, baik melalui video, audio, maupun teks. 
Moda Daring Kombinasi diperuntukkan bagi guru  yang memerlukan peningkatan kompetensi dengan mempelajari 6-7 modul. Penjelasan lebih lanjut pelaksanaan program guru pembelajar moda daring dan daring daring kombinasi dijelaskan dalam juknis moda daring.

Apabila disebabkan adanya berbagai kendala, sehingga 3 moda tersebut tidak mungkin dilakukan, guru tetap harus meningkatkan kompetensinya dengan melakukan pembelajaran mandiri.
 
Back To Top